Keamanan Tool

Generator CSP

CSP Generator membantu membuat draf awal header Konten-Keamanan-Policy (CSP) untuk situs web. Gunakan tool ini saat Anda ingin menyusun aturan sumber konten yang diizinkan, seperti skrip, stylesheet, gambar, font, atau koneksi dari domain tertentu. Hasilnya dapat menjadi titik awal untuk konfigurasi keamanan di server atau platform hosting Anda.

✓ Membuat draf header Konten-Keamanan-Policy sebagai dasar kebijakan keamanan web.✓ Membantu menyusun directive CSP agar sumber konten dapat ditinjau dengan lebih terarah.✓ Cocok untuk menyiapkan kebijakan awal sebelum diterapkan pada konfigurasi server.✓ Mendukung proses review domain, CDN, dan resource pihak ketiga yang digunakan situs.
♢ GratisInput jelasHasil dapat diperiksaTanpa pendaftaran
Gunakan Tool ↓
Gunakan Tool

Gunakan CSP Generator

Lengkapi data yang diperlukan di bawah, lalu jalankan tool untuk melihat hasilnya.

Buka CSP Generator dan tentukan nilai kebijakan atau sumber konten yang tersedia pada tool.

Periksa kembali hasil sebelum menyalin, mengunduh, atau menggunakannya.

Catatan penting

Pemrosesan dilakukan di browser jika didukung. Data sensitif tidak sengaja disimpan.

Apa Itu Generator CSP

Konten-Keamanan-Policy adalah header HTTP yang memberi tahu browser dari sumber mana halaman boleh memuat resource tertentu. Kebijakan ini biasanya mencakup directive seperti default-src, script-src, style-src, img-src, font-src, connect-src, object-src, dan base-uri. CSP Generator dirancang untuk menghasilkan starter policy, bukan pengganti audit keamanan menyeluruh. Karena setiap situs memiliki resource, integrasi, dan alur pemuatan konten yang berbeda, kebijakan yang dihasilkan tetap perlu diperiksa terhadap kebutuhan aplikasi sebelum digunakan di lingkungan produksi. Saat menyusun CSP, fokuskan perhatian pada resource yang benar-benar dipakai situs. Misalnya, situs dapat memuat skrip dari domain sendiri dan CDN tertentu, stylesheet dari penyedia font, atau gambar data URI. Domain yang tidak tercantum dalam directive terkait dapat diblokir browser. Sebaliknya, aturan yang terlalu longgar dapat mengurangi manfaat pembatasan CSP. Gunakan hasil generator sebagai draf yang jelas, lalu sesuaikan setiap directive berdasarkan resource yang sah dan diperlukan.

Cara menggunakan Generator CSP

  1. Buka CSP Generator dan tentukan nilai kebijakan atau sumber konten yang tersedia pada tool.
  2. Mulai dari sumber internal situs, misalnya 'self', lalu tambahkan domain eksternal yang memang digunakan untuk resource tertentu.
  3. Buat starter Konten-Keamanan-Policy header dari konfigurasi yang telah dipilih.
  4. Salin hasil header dan tinjau setiap directive, terutama script-src, style-src, img-src, serta connect-src bila digunakan.
  5. Uji kebijakan pada lingkungan pengembangan atau staging untuk melihat apakah resource penting terblokir.
  6. Perbaiki domain atau directive yang diperlukan, kemudian terapkan header yang telah ditinjau pada konfigurasi server.

Contoh penggunaan

Contoh kebijakan starter untuk situs yang memuat skrip dari domain sendiri dan CDN, menggunakan Google Fonts, serta mengizinkan gambar lokal dan data URI: Konten-Keamanan-Policy: default-src 'self'; script-src 'self' https://cdn.example.com; style-src 'self' https://fonts.googleapis.com; font-src 'self' https://fonts.gstatic.com; img-src 'self' data:; object-src 'none'; base-uri 'self'; Contoh tersebut perlu disesuaikan. Ganti cdn.example.com dengan domain CDN yang benar-benar digunakan. Jika situs memakai API, analitik, iframe, video, atau resource eksternal lain, periksa directive yang relevan sebelum menambahkannya ke kebijakan.

Manfaat utama

  • Mempercepat penyusunan format awal header CSP tanpa menulis directive dari nol.
  • Membantu memetakan sumber resource eksternal yang digunakan oleh halaman web.
  • Mendorong penerapan aturan yang lebih spesifik daripada mengizinkan sumber secara luas.
  • Memudahkan diskusi antara developer, tim keamanan, dan pengelola infrastruktur saat meninjau kebijakan.
  • Menjadi referensi awal untuk pengujian kebijakan sebelum konfigurasi diterapkan di produksi.

Tips dan hal penting

  • Gunakan 'self' hanya bila resource memang dimuat dari origin situs yang sama.
  • Tambahkan domain eksternal secara spesifik, bukan dengan wildcard yang terlalu luas, jika domain pasti sudah diketahui.
  • Tinjau kebutuhan script-src dengan hati-hati karena skrip sering menjadi bagian paling sensitif dalam CSP.
  • Hindari menambahkan sumber hanya untuk menghilangkan error tanpa memastikan fungsi dan asal resource tersebut.
  • Periksa kembali integrasi seperti CDN, font, API, tag manager, iframe, dan asset gambar sebelum menerapkan kebijakan.
  • Uji perubahan secara bertahap agar halaman, formulir, autentikasi, dan fitur penting tetap berfungsi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu CSP Generator?

CSP Generator adalah tool untuk membuat draf awal header Konten-Keamanan-Policy. Header ini digunakan browser untuk membatasi sumber resource yang boleh dimuat oleh halaman web.

Apakah hasil CSP Generator dapat langsung dipakai di produksi?

Hasilnya sebaiknya diperlakukan sebagai starter policy. Anda perlu meninjau domain, CDN, font, API, iframe, dan resource lain yang digunakan aplikasi, lalu mengujinya sebelum diterapkan di produksi.

Apa fungsi directive default-src?

default-src menetapkan sumber default untuk jenis resource yang belum memiliki directive khusus. Directive seperti script-src atau img-src dapat digunakan untuk membuat aturan yang lebih spesifik.

Mengapa resource situs bisa terblokir setelah CSP diterapkan?

Browser dapat memblokir resource jika asalnya tidak sesuai dengan directive CSP yang berlaku. Periksa jenis resource dan domain asalnya, lalu sesuaikan directive yang relevan secara terbatas.