Seorang koordinator rapat memiliki lima topik diskusi: Anggaran, Jadwal Proyek, Pembagian Tugas, Evaluasi, dan Risiko. Agar urutan pembahasan tidak selalu mengikuti daftar awal, koordinator memasukkan setiap topik pada baris terpisah ke List Randomizer.
Setelah pengacakan, hasilnya dapat menjadi: Risiko, Pembagian Tugas, Anggaran, Evaluasi, lalu Jadwal Proyek. Koordinator kemudian menggunakan susunan tersebut sebagai urutan agenda rapat. Apabila ada topik yang harus dibahas lebih dahulu karena prioritas tertentu, item itu sebaiknya dipisahkan dari daftar acak dan ditempatkan secara manual di awal agenda.
Contoh lain adalah daftar nama peserta presentasi. Masukkan satu nama per baris, acak daftar, lalu gunakan hasilnya sebagai urutan tampil. Dengan cara ini, pengaturan giliran dapat dilakukan lebih cepat tanpa menata nama secara manual.